Langsung ke konten utama

Unggulan

Twiti Twenty Twitter Disney

Kata cinta untuk seorang adik yang bernyanyi Peradilan negeri yang masih ternaungi Disana mungkin mereka sudah mulai sembunyi Dari nama twiti yang ada di tempat yang wangi Pembagian harapan yang dulunya masih twenty Dari umur yang masih mudah untuk Sporty Berkuncung dengan harapan masih bercerita Dalam segala pengajuan orang lain yang diderita Bagi mereka itulah contoh suasana twiter Makanan kecil dari jagung yang sekarang twister Dinding mading masih menyatakan banyak monster Tapi aku yakin ini semuanya hanya master Di dunia Disney Land yang sekarang berkarir Dahan cinta daun yang hijau mulai khawatir Akankah terucap kepada orang lain Seandainya perkenalan adalah titik jumpa melanin Dari hormon hati yang masih untuk menyatu Oleh mereka yang masih menyembunyikan mantu Dari adat istiadat yang dulunya diera batu Tapi aku rasa aku bukan orang yang sulit membantu Dari pertemuan hati ini yang sebenarnya semboyan Mungkin lain hari mereka masih khayalan Karena akulah ora...

Gemericik Karimun Jawa

19 Mei 2017 Khatulistiwa yang makin tergaris besar dari bhineka
Getaran yang seujungnya hanya hamparan pasir
Bergolek dari gemericik hujan yang beraneka
Bergema mencurahkan perasaan yang menyisir
Konsekuensi dan koefisiensi pengendara Karimun
Pelukis jalanan inilah yang membawa deretan air
Berliuk-liuk menggeser pencapaian golongan frekuensi
Konsentrasi yang mana menghebohkan bagi pelamun
Pengantar dua arah jalur dari bensin yang mencair
Katakanlah inilah arah penunggu mobil komunikasi
Berterbangan melalui daratan semerbak harum bunga
Berarus dengan voltasi yang beragam aliran
Persatuan penggulung dana hibah masyarakat
Pendamai pengkritik segala solusi lingga
Satu persatu merekalah penggiring ketenaran
Lampu hijaupun sudah mereda dan merekat
Sembari diriku melirik peradaban jawaban
Sesunyi alur dari para bait pengampu
Bergeleng-geleng seperti anggukan bunyi ban
Berlinang-linang menetes seperti embun
Peserta lomba yang hadir sudahkah menyetor
Kadang kala itulah Karimun para pendengkur
Apalagi sebenarnya yang mereka pendiri proklamator
Penjuri yang dulunya seakan sudah mengukur

Komentar

Postingan Populer